Kira-kira apakah maksud dari judul diatas.? Well kita sedang membahas the power of focus kekuatan sebuah “penitikberatan” (opo kui), begini teman-teman ada sebuah perumpamaan bagus untuk anda dan tentu saja saya juga karena saya masih belajar bisnis melalui tulisan saya sendiri -> narcis dikit gpplah.
Semisal anda naksir berat sama seorang gadis cantik namanya si ayu lalu kemudian anda mulai melakukan pendekatan dengan berbagai cara kepada dia mulai dari ngajak jalan-jalan sore kepemancingan (wah pengalaman peribadi nih) dst, nah akan tetapi ketikan ditengah “proses pendekatan” anda dengan si ayu ini tiba-tiba anda dapat kenalan lagi cewek yang “kelihatannya tidak kalah cantik sama si Ayu” namanya si Siska, mengingat posisi anda yang belum jelas apakah cinta anda diterima atau ditolak sama si Ayu maka apakah yang akan anda lakukan. Silahkan pilih jawaban berikut :
- Tetap melakukan pendekatan kepada si Ayu dan semakin meningkatkannya (karena anda adalah seorang petarung sejati).
- Melakukan pendekatan juga kepada si Siska sebagai alternatif jika anda ditolak si Ayu (dengan resiko anda ketahuan selingkuh jika ternyata si Ayu juga suka anda).
- Memilih dan melakukan timbang potensi antara keduanya kemudian membuat keputusan satu diantara mana yang akan anda pilih.
- Tidak memilih keduanya karena anda tidak mau ditolak (alias anda tidak pede dan memilih menjadi bujang lapuk)
Mana pilihanmu.? wah kayak iklan aja ya bunyinya suarakan pilihanmu.!
Terlepas dari mana pilihan yang akan anda putuskan, masing-masing pilihan akan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir dari sebuah tujuan anda. Jika anda seorang yang sedang belajar dan mencoba maka “kemungkinan” anda akan mengalami semua kondisi diatas dari 4 buah pilihan yang saya buat dengan anda.
Begitu juga dengan bisnis, sehebat apapun dan sebanyak appapun informasi bisnis yang anda dapatkan dan praktekkan. Anda tidak bisa menjadi “master” dan anda tidak bisa menjadi “guru” dalam 3 sampai 4 hal dalam waktu yang bersamaan. Itulah kekuatan sebuah fokus, terlepas dari semuanya manusia memang diciptakan menjadi makhluk yang “tahu banyak” bukan menjadi orang yang “banyak tahu” akan tetapi hanya sebatas permukaaan saja dari semua yang dia ketahui.
Study kasus pernahkan ada mendapatkan seorang yang mendapatkan gelar Doktor untuk bisang management, sastra, filsafat dalam waktu bersamaan. Jika memang ada betapa hebatnya dia karena dia sudah bisa memaksimalkan potensi dirinya sampai bisa menguasai 3 bidang secara mendetail dalam waktu bersamaan.
Maksud saya adalah jika kita, anda, saya dan siapapun dia mau menjadikan si Ayu sebagai istrinya maka saya harus serius dan mencurahkan perhatian dan kasih sayang yang extra kepada dia suoaya dia bisa menjadi milik kita ups saya, kaitannya dengan bisnis adalah mentalitas seseorang untuk terus berjuang mencapai tujuannya ditengah beragamnya macem bisnis online dengan segala pernah-perniknya.
Jadilah orang yang tahu banyak tentang paid review dan jangan hanya tahu mendaftarkan cara mendaftarkan diri di website broker saja lantas kemudian kembali belajar adsense setelah diapprove lalu belajar affiliate marketing. Kapan selesainya.?
Well, saya tidak menggurui setidaknya dengan tulisan ini saya sekaligus mengingatkan diri saya tentang semakin banyak kita belajar aka semakin bodoh kita. belajarlah adsense kepada salah satu pakarnya, belajarlah ngerev / paid review kepada pakarnya dan juga belajarlah seo kepada ahlinya dan gunakan google secara maksimal, thats all.
Lalu tentukan langkah anda mana yang menjadi prioritas utama anda, setidaknya setelah Ayu menerima cinta anda atau setidaknya bisnis A sudah mendapatkan $ 12000 maka anda bisa sekedar meluangkan waktu sejenak melihat keadaan si Siska yang semok atau melihat peluang bisnis B, tentu saja dengan main yang cantik supaya si Ayu tidak tahu dan dia cemburu dan juga agar bisnis A tidak terbengkalai dan mendapatkan perlakuan sebagai mestinya.
Bermainlah dengan baik dan tentukan prioritas anda jangan seperti saya sang pemilik blog serabutan ini.
Bagaimana pendapat anda kawan.?
August 27th, 2008 |